<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>KESEHATAN-ANAK.COM</title>
	<atom:link href="http://www.kesehatan-anak.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kesehatan-anak.com</link>
	<description>Kesehatan anak,penyakit anak,imunisasi,ASI,pertumbuhan,perkembangan</description>
	<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 14:53:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar Bahasa Inggris</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/belajar-bahasa-inggris</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/belajar-bahasa-inggris#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 14:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>

		<category><![CDATA[belajar bahasa inggris]]></category>

		<category><![CDATA[belajar inggris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Breaking News&#8221;
Bahasa  adalah Skill BUKAN knowledge
Belajar bahasa inggris adalah skill yang harus dimilikii anak-anak kita saat ini. Bahasa adalah alat komunikasi, anda sudah tahu itu. Dan orang berkomunikasi melalui bicara (speaking), tentu saja ada yang mendengar (listening), setelah ditemukannya tulisan maka orang berkomunikasi menggunakan bahasa melalui tulisan (writing), dan tentu saja ada yang membaca (reading). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Breaking News&#8221;</p>
<p align="center"><strong>Bahasa  adalah Skill BUKAN knowledge</strong></p>
<p><strong>Belajar bahasa inggris</strong> adalah skill yang harus dimilikii anak-anak kita saat ini. Bahasa adalah alat komunikasi, anda sudah tahu itu. Dan orang berkomunikasi melalui bicara (speaking), tentu saja ada yang mendengar (listening), setelah ditemukannya tulisan maka orang berkomunikasi menggunakan bahasa melalui tulisan (writing), dan tentu saja ada yang membaca (reading). Inilah 4 skill berbahasa yang harus dimiliki oleh setiap orang yang belajar  bahasa inggris yaitu :</p>
<p><strong>Listening, Speaking, Reading, Writing</strong></p>
<p>Inilah yang disebut dengan <strong>4 skills of language </strong>atau 4 ketrampilan bahasa. Dan ini pula tujuan kursus bahasa Inggris online sistim Full Conversation, yaitu saya akan membentuk 4 skill berbahasa Inggris Anda secara terpadu. Maaf, apakah anda melihat ada tulisan GRAMMAR disitu? Tidak ada !! .. <span style="text-decoration: underline;">grammar bukanlah tujuan mempelajari bahasa</span>. Selama ini banyak orang salah kaprah, termasuk sistem pendidikan bahasa Inggris di Indonesia yang menganggap bahwa GRAMMAR adalah tujuan. Mereka berlomba-lomba menghambur-hamburkan rumus grammar, dan menganggap bahwa dengan menguasai grammar, akan menguasai bahasa. No Way!! .. ini adalah cara kuno yang terbukti salah kaprah, metode ini terakhir digunakan pada abad 18.</p>
<p>Sekarang saya ingin Anda menjawab dua pertanyaan ini :</p>
<p>- Maukah Anda bergairah belajar bahasa inggris lagi jika saya katakan bahwa <span style="text-decoration: underline;">&#8220;belajar bahasa inggris itu mudah dan menyenangkan ?&#8221;</span></p>
<p>- Maukah Anda bermimpi lagi meraih karir yang Anda cita-citakan jika saya katakan <span style="text-decoration: underline;">&#8220;Anda bisa menguasai bahasa inggris lebih cepat tanpa perlu belajar grammar yang seperti matematika bagi Anda ?&#8221;</span></p>
<p>Jika jawabannya &#8220;YA&#8221; saya memberikan solusi terbaik bagi masa Depan Anda:</p>
<p align="center"><strong><span style="text-decoration: underline;">Memperkenalkan,<br />
&#8220;Kursus Bahasa Inggris Online Cepat Full Conversation Tanpa Grammar</span></strong></p>
<p>sebuah metode terbaik hasil dari pengalaman saya mempraktekan berbagai metode pengajaran bahasa inggris selama <strong>20 tahun</strong> lebih mengajar sejak tahun 1987 di lembaga pendidikan yang saya kelola.</p>
<p align="center"><strong>Paket DVD berisi 32 Modul Audio, Ebook PDF &amp; Software Pelatihan (gratis dikirim ke alamat rumah) + Bantuan LIVE Suport + Ujian + Sertifikat + Afiliasi Gratis + Membership Forum + Bonus</strong></p>
<p>Penyampaian materi dalam bahasa Indonesia &amp; praktek full conversation langsung dalam bahasa Inggris.<br />
Format Modul dalam bentuk Audio MP3 karena mudah disimpan dan didengarkan melalui Komputer/Laptop dan berbagai media portable seperti MP3 Player, Handphone, Blackberry, Netbook dan Gadget Lainnya.</p>
<p>Ingin tahu lebih lanjut kunjungi <a title="Belajar Bahasa Inggris" href="http://www.belajaringgris.net/?reg=englishlesson">belajar bahasa inggris</a> dan dapatkan modul pertama GRATIS</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/belajar-bahasa-inggris/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gangguan Bicara dan Bahasa</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/gangguan-bicara-dan-bahasa</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/gangguan-bicara-dan-bahasa#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 16:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Pertumbuhan&Perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[gangguan bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[gangguan bicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Gangguan Bicara dan Bahasa
Gangguan bicara merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak - anak. Diperkirakan sekitar 4-5% anak -  anak menderita gangguan bicara dan bahasa. Deteksi dini perlu ditegakkan agar penyebabnya dapat segera dicari sehingga pengobatan serta pemulihannya dapat dilakukan seawal mungkin.
Anak yang mengalami gangguan pendengaran pada usia dibawah 3 tahun yang terlambat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #008000;">Gangguan Bicara dan Bahasa</span></h2>
<p><strong>Gangguan bicara</strong> merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak - anak. Diperkirakan sekitar 4-5% anak -  anak menderita gangguan bicara dan bahasa. Deteksi dini perlu ditegakkan agar penyebabnya dapat segera dicari sehingga pengobatan serta pemulihannya dapat dilakukan seawal mungkin.</p>
<p>Anak yang mengalami gangguan pendengaran pada usia dibawah 3 tahun yang terlambat untuk ditangani atau diberi alat bantu dengar akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan system komunikasi non verbal oleh dirinya sendiri, maka kesempatan untuk mengajarinya agar mampu berbicara yang dapat dimengerti telah hilang.</p>
<p>Orang tua lah yang harus peka terhadap berbagai kelainan pada perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak.</p>
<p>Di bawah ini ada panduan yang bisa dijadikan patokan adanya kelainan gangguan bicara dan bahasa pada anak. Hubungi dokter anak anda bila ada gejala yang anda jumpai pada anak anda.</p>
<p>Dokter anak akan melakukan penilaian lebih lanjut untuk menilai apakah memang ada gangguan perkembangan bahasa.</p>
<p>Aram DM (1987) dan Towne (1983), mengatakan bahwa dicurigai adanya gangguan perkembangan kemampuan bahasa pada anak, kalau diketemukan gejala - gejala sebagai berikut :</p>
<ol type="1">
<li>Pada      usia 6 bulan anak tidak mampu memalingkan mata serta kepalanya terhadap      suara yang datang dari belakang atau samping.</li>
<li>Pada      usia 10 bulan anak tidak memberi reaksi terhadap panggilan namanya      sendiri.</li>
<li>Pada      umur 15 bulan tidak mengerti dan memberi reaksi terhadap kata - kata      jangan, da -da, dan sebagainya.</li>
<li>Pada      usia 18 bulan tidak dapat menyebut sepuluh kata tunggal.</li>
<li>pada      usia 21 bulan tidak memberi reaksi terhadap perintah (misalnya duduk,      kemari, berdiri).</li>
<li>pada      usia 24 bulan tidak dapat menyebut bagian - bagian tubuh.</li>
<li>Pada      usia 24 bulan belum mampu mengetengahkan ungkapn yang terdiri dari 2 buah      kata.</li>
<li>Setelah      usia 24 bulan hanya mempunyai perbendaharaan kata yang sangat      sedikit/tidak mempunyai kata - kata hurf z pada frase.</li>
<li>Pada      usia 30 bulan ucapannya tidak dapat dimengerti oleh anggota keluarga.</li>
<li>Pada      usia 36 bulan belum dapat mempergunakan kalimat - kalimat sederhana.</li>
<li>Pada      usia 36 bulan tidak bisa bertanya dengan menggunakan kalimat Tanya yang      sederhana.</li>
<li>Pada      usia 36 bulan ucapannya tidak dimengerti oleh orang di luar keluarganya.</li>
<li>Pada      usia 3,5 tahun selalu gagal untuk menyebutkan kata akhir (ca untuk cat, ba      untuk ban dan lain - lain ).</li>
<li>Setelah      usia 4 tahun tidak lancar berbicara ( gagap).</li>
<li>Setelah      usia 7 tahun masih ada kesalahan ucapan.</li>
<li>Pada      usia berapa saja terdapat hipernasalitas atau hiponasalitas (sengau/bindeng)      yang nyata atau mempunyai suara yang monoton tanpa berhenti, sangat keras      dan tidak dapat didengar serta terus menerus memperdengarkan suara serak.</li>
</ol>
<p>Sumber : Tumbuh Kembang Anak. Dr. Soetjiningsih,SpAK. EGC</p>
<p>Advertorial :</p>
<p><a title="Bebek Goreng Bekasi" href="http://www.bebekbengis.com">Bebek Goreng Bekasi</a> <a title="Tulipware" href="http://tokoajeng.com/tulipware">Tulipware</a> <a title="Ride on cars" href="http://www.powerwheelszone.com/Ride-on-Cars.htm">Ride on Cars</a> <a title="Baju Renang Muslimah" href="http://tokoajeng.com/baju-renang-muslimah">Baju Renang Muslimah</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/gangguan-bicara-dan-bahasa/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Bermain Bagi Anak</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/arti-bermain-bagi-anak</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/arti-bermain-bagi-anak#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 15:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Pertumbuhan&Perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[bermain]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan anak]]></category>

		<category><![CDATA[tumbu kembang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Arti Bermain Bagi Anak
Anak tidak memisahkan bermain dan bekerja. Bagi anak, bermain merupakan seluruh aktifitas anak termasuk bekerja, kesenangannya, dan merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakankebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dll.
Anak memerlukan variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental, dan perkembangannya emosinya. Melalui bermain, anak tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #ff0000;">Arti Bermain Bagi Anak</span></h2>
<p>Anak tidak memisahkan bermain dan bekerja. Bagi anak, bermain merupakan seluruh aktifitas anak termasuk bekerja, kesenangannya, dan merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakankebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dll.</p>
<p>Anak memerlukan variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental, dan perkembangannya emosinya. Melalui bermain, anak tidak hanya menstimulasi pertumbuhan otot - ototnya, tetapi lebih dari itu. Anak tidak sekedar melompat, melempar, atau berlari. Tetapi mereka bermain dengan menggunakan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya.</p>
<p>Kesenangan merupakan salah statu elemen pokok dalam bermain. Anak akan bermainsepanjang aktifitas tersbut menghiburnya. Pada saat mereka bosan, mereka akan berhenti bermain.</p>
<p>Bermain bukan berarti membuang -buang waktu, juga bukan berarti membuat si anak menjadi sibuk sementara orang tuanya mengerjakan pekerjaannya sendiri. Tetapi melalui bermain mereka mendapatkan pengalaman hidup yang nyata. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannnya sendiri, minatnya, cara menyelesaikan masalah dll.</p>
<p>Bermain adalah unsur yang penting untuk perkenmbangan anak baik fisik, emosi, mental, intelektual, kreativitas dan social. Anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain akan menjadi orang dewasa yang mudah berteman, kreatif dan cerdas bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain.</p>
<p>Dr. Soetjiningsih, SpAK. Tumbuh kembang Anak. EGC</p>
<p>adventorial</p>
<p><a title="Tulipware" href="http://tokoajeng.com/tulipware/">Tulipware</a> | <a title="Ride on cars" href="http://www.powerwheelszone.com/Ride-on-Cars.htm">Ride on Cars</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/arti-bermain-bagi-anak/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penjelasan Terkait Informasi obat flu dan batuk (phenylpropanolamine)</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/penjelasan-terkait-informasi-obat-flu-dan-batuk-phenylpropanolamine</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/penjelasan-terkait-informasi-obat-flu-dan-batuk-phenylpropanolamine#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 09:11:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>

		<category><![CDATA[phenilpropanolamin]]></category>

		<category><![CDATA[PPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Mengutip Keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) 

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA

KETERANGAN PERS
TENTANG
PENJELASAN TERKAIT INFORMASI OBAT FLU DAN BATUK YANG MENGANDUNG
PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)
NOMOR : KH.00.01.1.3.1673
TANGGAL 16 APRIL 2009

Menanggapi maraknya isu tentang informasi dari US FDA mengenai obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA), Badan Pengawas Obat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #687bbc; font-size: small;"><strong>Mengutip Keterangan pers tentang penjelasan terkait informasi obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA) </strong></span></p>
<p align="justify">
<p align="center"><span style="color: black;"><strong>BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN<br />
REPUBLIK INDONESIA</strong></span></p>
<p align="center"><span style="color: black;"><strong><br />
KETERANGAN PERS<br />
TENTANG<br />
PENJELASAN TERKAIT INFORMASI OBAT FLU DAN BATUK YANG MENGANDUNG<br />
PHENYLPROPANOLAMINE (PPA)<br />
NOMOR : KH.00.01.1.3.1673<br />
TANGGAL 16 APRIL 2009</strong></span></p>
<p><span style="color: black;"><br />
Menanggapi maraknya isu tentang informasi dari US FDA mengenai obat flu dan batuk yang mengandung phenylpropanolamine (PPA), Badan Pengawas Obat dan Makanan memberikan penjelasan sebagai berikut :</span></p>
<ol>
<li><span style="color: black;">Tidak benar pada tanggal 1 Maret 2009 US-FDA mengeluarkan pengumuman tentang obat flu dan batuk yang mengandung PPA seperti diberitakan melalui sms dan email.</span></li>
<li><span style="color: black;">Saat ini tidak ada informasi baru terkait keamanan PPA. Pada Bulan November 2000 US-FDA menarik obat yang mengandung PPA karena diduga ada hubungan antara perdarahan otak dengan penggunaan PPA dosis besar sebagai pelangsing.</span></li>
<li><span style="color: black;">Di Indonesia PPA hanya disetujui sebagai obat untuk menghilangkan gejala hidung tersumbat dalam obat flu dan batuk dan tidak pernah disetujui sebagai obat pelangsing.</span></li>
<li><span style="color: black;">Obat flu dan batuk yang mengandung PPA dan telah mendapat izin edar aman dikonsumsi sesuai aturan pakai yang telah     ditetapkan.</span></li>
</ol>
<p><span style="color: black;">Demikian penjelasan ini disampaikan untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.</span></p>
<p><span style="color: black;"><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/penjelasan-terkait-informasi-obat-flu-dan-batuk-phenylpropanolamine/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Program Imunisasi dan Peredaran Vaksin di Indonesia</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-imunisasi/pernyataan-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-program-imunisasi-dan-peredaran-vaksin-di-indonesia</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-imunisasi/pernyataan-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-program-imunisasi-dan-peredaran-vaksin-di-indonesia#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 03:39:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Imunisasi]]></category>

		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>

		<category><![CDATA[vaksin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Program Imunisasi dan Peredaran Vaksin di Indonesia
Pemberian vaksin merupakan upaya preventif untuk mencegah beberapa penyakit infeksi berat yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan, mencegah penyebaran penyakit, sehingga suatu saat penyakit tersebut terbasmi.
Imunisasi merupakan program yang dijalankan hampir seluruh negara di dunia yang pola dan jadwal imunisasinya disesuaikan dengan pola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #687bbc; font-size: small;"><strong>Pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Program Imunisasi dan Peredaran Vaksin di Indonesia</strong></span></p>
<p align="justify">Pemberian vaksin merupakan upaya preventif untuk mencegah beberapa penyakit infeksi berat yang dapat menimbulkan kematian atau kecacatan, mencegah penyebaran penyakit, sehingga suatu saat penyakit tersebut terbasmi.</p>
<p>Imunisasi merupakan program yang dijalankan hampir seluruh negara di dunia yang pola dan jadwal imunisasinya disesuaikan dengan pola epidemiologis dan kemampuan pembiayaan program masing-masing negara.</p>
<p>Sebelum vaksin digunakan pada manusia, tahapan ilmiah harus dilalui untuk menjamin keamanan dan efikasinya (dimulai dari uji pada binatang, manusia, kelompok tertentu, ‘multi countries’). Vaksin yang beredar di Indonesia sudah tentu setelah mendapat pengkajian ilmiah ulang yang mendalam mencakup uji keamanan dan manfaat dari Pemerintah dalam hal ini Badan POM dan Departemen Kesehatan, dan bila diperlukan meminta masukan dari organisasi profesi terkait, misalnya IDAI untuk vaksin yang akan diberikan kepada anak atau organisasi profesi lainnya sesuai indikasi (misalnya PAPDI, POGI).</p>
<p>Keputusan akhir tentang dapat atau tidaknya satu vaksin beredar berada pada pemerintah (Badan POM) dan bukan pada organisasi profesi termasuk IDAI. Keberadaan dan peredaran vaksin di Indonesia berdasarkan ijin dari Badan POM. Oleh karena itu tidak mungkin vaksin dapat beredar tanpa ijin BPOM.</p>
<p>Vaksin setelah berada di pasaran masih dipantau oleh kelompok independent (Komnas dan Komda KIPI, diketuai oleh dokter spesialis anak di setiap propinsi) yang bertanggungjawab kepada Menteri Kesehatan.</p>
<p>Ikatan Dokter Anak Indonesia memasukkan suatu vaksin ke dalam Rekomendasi Jadwal Imunisasi IDAI apabila vaksin tersebut sudah mendapat ijin edar dari pemerintah dan dilakukan kajian ilmiah dari Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi IDAI.</p>
<p>Jakarta, 25  Maret  2009</p>
<p><strong>Dr. Badriul Hegar, SpA(K) </strong> <strong>Dr. Sudung O. Pardede, SpA(K)</strong><br />
Ketua Umum – NPA. 01 00532 1991 1 1                               Sekretaris Umum NPA. 01 00858 1993 1 1</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-imunisasi/pernyataan-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-program-imunisasi-dan-peredaran-vaksin-di-indonesia/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Obat Asma Inhaler</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/obat-asma-inhaler</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/obat-asma-inhaler#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 13:16:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Paru-paru]]></category>

		<category><![CDATA[artikel asma]]></category>

		<category><![CDATA[asma]]></category>

		<category><![CDATA[obat asma]]></category>

		<category><![CDATA[penyakit asma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Obat Asma Inhaler
Salah satu bentuk obat asma yang ada di pasaran adalah bentuk inhaler. Bentuk inhaler ini adalah obat asma yang disemprotkan ke dalam mulut. Bentuk inhaler tersedia untuk obat asma pelega maupun obat asma pengontrol.
Bentuk obat inhaler ini merupakan yang paling direkomendasikan bagi anak - anak yang sudah bisa menggunakannya. Apalagi bagi penderita yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #00ffff;">Obat Asma Inhaler</span></h2>
<div id="attachment_100" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-100" title="inhaler-asthma" src="http://www.kesehatan-anak.com/wp-content/uploads/2009/03/inhaler-asthma-300x195.gif" alt="Inhaler Asma" width="300" height="195" /><p class="wp-caption-text">Inhaler Asma</p></div>
<p>Salah satu bentuk obat <a title="Asma" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance">asma</a> yang ada di pasaran adalah bentuk inhaler. Bentuk inhaler ini adalah obat asma yang disemprotkan ke dalam mulut. Bentuk inhaler tersedia untuk <a href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh-2">obat asma pelega</a> maupun <a href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh-2">obat asma pengontrol</a>.</p>
<p>Bentuk obat inhaler ini merupakan yang paling direkomendasikan bagi anak - anak yang sudah bisa menggunakannya. Apalagi bagi penderita yang membutuhkan obat asma pengontol tiap hari.</p>
<p>Kelebihan bentuk inhaler ini adalah :</p>
<ol type="1">
<li>Obat      yang disemprotkan langsung masuk ke saluran nafas sehingga efek kerjanya      menjadi lebih cepat.</li>
<li>karena      langsung masuk ke saluran nafas maka dibutuhkan dosis yang lebih kecil      dibandingkan dengan obat yang diminum.</li>
<li>Efek      samping bentuk inhaler lebih kecil karena langsung ke saluran nafas dan      dosisnya lebih kecil. Bandingkan dengan obat yang diminum, dari mulai      ditelan sampai ke organ target yaitu saluran nafas melewati      lambung,usus,hati, jantung baru deh sampai ke paru - paru.</li>
</ol>
<p>Kekurangannya, harganya sedikit mahal dan perlu belajar untuk menggunakannya, khususnya buat anak - anak.</p>
<p>Berikut, cara penggunaan obat asma inhaler yang benar :</p>
<ol type="1">
<li>Kocok      dahulu inhaler tersebut.</li>
<li>Keluarkan      nafas, supaya ketika menghisap nanti dapat menarik nafas dalam.</li>
<li>Letakkan      inhaler di mulut.</li>
<li>Semprotkan      inhaler dengan memencet botol obatnya, dan pada saat yang sama, tarik      nafas dalam - dalam. Tahap ini sangat penting karena kalau kita menyemprot      dulu dan baru beberapa saat menghisap maka obat yang disemprot sudah akan      lebih dulu menempel pada rongga mulut, tidak masuk ke paru - paru. Jadi,      menyemprot sambil tarik nafas.</li>
<li>Setelah      tarik nafas dan obat masuk ke paru -paru, tahan sebentar, mungkin sekitar      10 hitungan, supaya obat yang telah masuk jangan sampai keluar.</li>
</ol>
<div id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999;">
<table style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold;">
<div style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto;">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> PR: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google pagerank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.google.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> L: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Google links" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> LD: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Yahoo linkdomain" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://search.msn.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> I: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="MSN index" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Sitemap.xml" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Rank: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Traffic: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://www.semrush.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> Price: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="SEMRush SE Traffic price" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap;"><img style="vertical-align: middle;" src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" alt="" width="12" height="12" /> C: <a style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline;" title="Compete Rank" href="javascript:{}">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
</td>
<td id="seolinx-tooltip-close" style="border: 0pt none; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto;" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" alt="" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/obat-asma-inhaler/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agar Asma Tidak Kambuh 2</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh-2</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh-2#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 10:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Paru-paru]]></category>

		<category><![CDATA[artikel asma]]></category>

		<category><![CDATA[asma]]></category>

		<category><![CDATA[obat asma]]></category>

		<category><![CDATA[penyakit asma]]></category>

		<category><![CDATA[tips asma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Tips 2 : Minum obat asma yang benar

Sebelum anda membaca tips ini PASTIKAN anda PUNYA persediaan obat asma bila putra atau putri anda menderita asma. Yap, seringkali orang tua penderita asma tidak TANGGAP dengan kondisi anaknya sendiri.

Terlambat meminum/menghirup obat asma saat serangan bisa membuat penanganan serangan asma jadi lebih susah.





Anak memakai inhaler


Jadi minta ke dokter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span mce_style="color: #ff9900;" style="color: rgb(255, 153, 0);">Tips 2 : Minum obat asma yang benar</span></h2>
<p></p>
<p>Sebelum anda membaca tips ini PASTIKAN anda PUNYA persediaan obat asma bila putra atau putri anda menderita asma. Yap, seringkali orang tua penderita asma tidak TANGGAP dengan kondisi anaknya sendiri.</p>
<p></p>
<p>Terlambat meminum/menghirup obat asma saat serangan bisa membuat penanganan serangan asma jadi lebih susah.</p>
<p></p>
<p>
<div class="mceTemp">
<dl id="attachment_95" class="wp-caption alignleft" style="width: 246px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://www.kesehatan-anak.com/wp-content/uploads/2009/03/asma1.gif" mce_src="http://www.kesehatan-anak.com/wp-content/uploads/2009/03/asma1.gif" alt="Anak memakai inhaler" title="asma1" class="size-full wp-image-95" width="236" height="252"></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Anak memakai inhaler</dd>
</dl>
</div>
<p>Jadi minta ke dokter keluarga anda persediaan obat asma.</p>
<p></p>
<p>Pada dasarnya obat asma dibagi menjadi 2 golongan,</p>
<p>1. Obat pelega &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; ; Obat ini berfungsi melebarkan saluran nafas yang menyempit pada saat serangan asma.</p>
<p></p>
<p>Obat jenis inilah yang harus anda sediakan di rumah.</p>
<p></p>
<p>Jadi, penderita serangan asma yang tadinya sesak bila diberi obat jenis ini akan terasa tidak sesak lagi. Obat ini bisa berupa syrup, tablet,inhaler,nebulizer (uap), suntikan.</p>
<p></p>
<p>Untuk anak yang sudah bisa menggunakan inhaler, dianjurkan menggunakan inhaler karena efektifitasnya dan efek samping yang minimal.</p>
<p></p>
<p>Yang termasuk obat jenis ini adalah ventolin,asma soho, napacin, bricasma, salbutamol, amynophilin dll.</p>
<p></p>
<p>2. Obat pengontrol&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Obat ini bertujuan agar tidak mudah terjadi/mencegah serangan asma.</p>
<p>Obat inilah yang harus dipakai setiap hari bila serangan asma anak anda termasuk sering (gejala &gt;1x/minggu tapi &lt;1x/hari).</p>
<p></p>
<p>Dengan memakai obat jenis ini, diharapkan serangan asma dapat dicegah.</p>
<p></p>
<p>Tips 3 : Minum obat asma di saat yang tepat.</p>
<p></p>
<p>Kuncinya, bila serangan asma terasa mau muncul segera minum obat asma (obat pelega), diulang terus sesuai dosis yang dianjurkan hingga gejala hilang. Bila gejala tidak hilang setelah pemakaian beberapa dosis, baru bawa ke dokter. Karena serangan asma bisa terjadi kapan saja maka persediaan obat asma merupakan hal yang wajib untuk menghindari serangan asma yang berat.</p>
<p></p>
<p>Bagi penderita yang menggunakan obat pengontrol, maka gunakan tiap hari sesuai dosis yang dianjurkan dokter anda.</p>
<p></p>
<p>Baca artikel <a title="Asma" mce_href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance">asma</a> dan <a title="Agar asma tidak kambuh" mce_href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh">tips 1 : agar asma tidak kambuh</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh-2/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Agar asma tidak kambuh</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 14:26:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Paru-paru]]></category>

		<category><![CDATA[artikel asma]]></category>

		<category><![CDATA[asma]]></category>

		<category><![CDATA[diagnosis asma]]></category>

		<category><![CDATA[penyakit asma]]></category>

		<category><![CDATA[tips asma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Tips agar asma tidak kambuh
Sebelum anda membaca tips dibawah ini, disarankan untuk membaca artikel tentang asma agar lebih mengerti.
Tips 1 : Hindari factor pencetus.
Jadi, asma tidak akan kambuh kalau kita bisa menghindari factor pencetusnya. Perlu diingat, pada anak yang menderita asma, dia tidak akan merasa sesak bila asmanya tidak kambuh. Nah, asma kambuh ini dirangsang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><strong><span style="color: #800080;">Tips agar asma tidak kambuh</span></strong></h2>
<p>Sebelum anda membaca tips dibawah ini, disarankan untuk membaca <a title="Asma" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance">artikel tentang asma</a> agar lebih mengerti.</p>
<p>Tips 1 : Hindari factor pencetus.</p>
<p>Jadi, asma tidak akan kambuh kalau kita bisa menghindari factor pencetusnya. Perlu diingat, pada anak yang menderita asma, dia tidak akan merasa sesak bila asmanya tidak kambuh. Nah, asma kambuh ini dirangsang oleh suatu bahan dan atau keadaan tertentu. Apa saja factor pencetus yang mungkin ? berikut daftarnya :</p>
<p>-          Tungau debu rumah</p>
<p>-          Kecoa</p>
<p>-          Tepung sari bunga</p>
<p>-          Jamur</p>
<p>-          Bulu binatang</p>
<p>-          Sejenis lumut</p>
<p>-          Udara dingin</p>
<p>-          Asap rokok</p>
<p>-          Parfum/bau bauan yang merangsang</p>
<p>-          Cat</p>
<p>-          Makanan tertentu</p>
<p>-          Bahan pengawet,penyedap dan pewarna</p>
<p>-          Emosi yang berlebihan</p>
<p>-          Aktivitas fisik tertentu ( khas pada exercise induced asthma )</p>
<p>-          Perubahan cuaca.</p>
<p>Wah, banyak sekali ya???</p>
<p>Kabar baiknya, tidak semua penderita asma, asmanya kambuh oleh semua bahan/kondisi diatas. Tidak terlalu benar pendapat yang menyatakan, ada daftar yang tidak boleh dimakan oleh SEMUA  penderita asma, belum tentu semua penderita factor pencetusnya sama.</p>
<p>Jadi factor penctus serangan asma tiap anak berbeda-beda. KENALI factor pencetus asma anak anda dan HINDARI.</p>
<p>Berikut, hal-hal yang bisa anda lakukan :</p>
<p>Untuk menghindari tungau debu rumah, dianjurkan agar sarung bantal,selimut dan sprei dicuci air panas seridaknya seminngu sekali. Juga dianjurkan untuk tdak menggunakan kasur kapuk. Untuk mengurangi debu di kamar, kelarkan barang-barang yang tidak perlu ada dikamar (Koran bekas,kardus dll). Bila membersihkan ruangan dengan vacuum cleaner,pakailah filter HEPA dan kantung debu 2 rangkap. Kalau factor pencetusnya adalah bulu binatang, dianjurkan agar binatang tersebut tidak masuk ke rumah. Dianjurkan juga kamar tidak memakai karpet bila factor pencetusnya debu dan jamur.</p>
<p>baca tips selanjutnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asma. At a glance</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 14:15:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Paru-paru]]></category>

		<category><![CDATA[artikel asma]]></category>

		<category><![CDATA[penyakit asma]]></category>

		<category><![CDATA[terapi asma]]></category>

		<category><![CDATA[tips asma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Asma.  Sesak lagi sesak lagi
Asma, bengek, menging ya itulah namanya. Bayi,balita,remaja,dewasa bisa terkena penyakit satu ini. Bukan penyakit menular loh. Tapi factor genetic/keturunan punya peranan besar di sini. Jadi bila bapak,ibu,kakek,nenek,buyut anak anda ada yang menderita asma maka resiko menderita penyakit ini cukup besar.
Tapi jangan khawatir, tidak selalu anak yang bapak,ibu,kakek,nenek,buyutnya menderita asma pasti menderita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color: #0000ff;"><strong>Asma.  Sesak lagi sesak lagi</strong></span></h2>
<p><strong>Asma</strong>, bengek, menging ya itulah namanya. Bayi,balita,remaja,dewasa bisa terkena penyakit satu ini. Bukan penyakit menular loh. Tapi factor genetic/keturunan punya peranan besar di sini. Jadi bila bapak,ibu,kakek,nenek,buyut anak anda ada yang menderita <strong>asma</strong> maka resiko menderita penyakit ini cukup besar.</p>
<p>Tapi jangan khawatir, tidak selalu anak yang bapak,ibu,kakek,nenek,buyutnya menderita asma pasti menderita asma. Kalau toh anak anda menderita asma ya tidak apa - apa. Saat ini diperkirakan ada 300 juta orang di dunia menderita asma dan untuk  Indonesia, diperkirakan 10% penduduk kita mengidap asma dalam berbagai bentuk ( asma bronchial, Tjandra Yoga A, dept Pulmonologi FKUI).</p>
<p>Yang perlu anda perhatikan adalah bagaimana agar tidak jadi serangan asma pada anak anda atau tidak sesak lagi. Sehingga asma tidak mengganggu produktivitas dan aktivitas si kecil.</p>
<p>Asma adalah penyakit paru yang ditandai dengan penyempitan menyeluruh pada saluran nafas.</p>
<p>Saat ini tidak ada obat yang menyembuhkan penyakit ini. Obat yang ada hanya mencegah dan menghilangkan gejala yang timbul.</p>
<p>Pada saat tidak kambuh, penderita asma tidak memiliki keluhan apapun dan terlihat sehat. Tapi pada saat serangan, penderita akan terlihat sesak, batuk dan sering terdengar bunyi ngik ngik saat bernafas.</p>
<p>Apa sih yang terjadi sehingga penderita asma merasa sesak?</p>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-91" title="asma" src="http://www.kesehatan-anak.com/wp-content/uploads/2009/03/asma-300x188.gif" alt="Saluran nafas yang normal dan yang menyempit pada saat serangan asma" width="300" height="188" /><p class="wp-caption-text">Saluran nafas yang normal dan yang menyempit pada saat serangan asma</p></div>
<p>Begini ceritanya. Penderita asma itu memiliki saluran nafas yang terlalu sensitive. Bila ada sesuatu yang merangsangnya (<a title="Agar asma tidak kambuh" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh">factor pencetus</a>), saluran nafas ini akan mengkerut/menyempit yang mengakibatkan udara sulit masuk sehingga bisa sampai terdengar bunyi ngik ngik. Selain menyempit saluran udara tadi juga mengeluarkan lendir yang banyak, maka timbullah batuk dan lendir tadi juga menambah sumbatan di saluran nafas sehingga penderita tambah sesak.</p>
<p>Bila gejalanya jelas dan berulang biasanya tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis asma. Tapi, kadang - kadang dokter menyuruh untuk melakukan beberapa pemeriksaan bila gejalanya tidak jelas. Serangan asma ringan bisa hanya menimbulkan batuk - batuk saja loh.</p>
<p>Oleh karena itu, pasien anak dengan batuk yang tidak sembuh - sembuh atau hilang timbul, wajib dicurigai menderita asma apalagi bila ada riwayat keluarga yang menderita asma.</p>
<p>Beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis asma adalah peak flow rate, spirometri dan tes provokasi bronkus (penjelasannya menyusul ya,mudah - mudahan ada waktu).</p>
<p>Penyempitan saluran nafas pada asma tidak akan terlihat pada foto rontgen. Makanya penderita yang dicurigai asma tidak perlu di rontgent kecuali ada kecurigaan penyakit paru lainnya.</p>
<p>Kesimpulannya : karena tidak bisa sembuh, maka sebisa mungkin mencegah agar tidak terjadi serangan asma. Mau tau caranya?baca <a title="Agar asma tidak kambuh" href="http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/agar-asma-tidak-kambuh">tips agar asma tidak kambuh</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-paru-paru/asma-at-a-glance/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendapat Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Puyer</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/pendapat-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-puyer</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/pendapat-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-puyer#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 05:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>

		<category><![CDATA[idai]]></category>

		<category><![CDATA[puyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/pendapat-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-puyer</guid>
		<description><![CDATA[

  

Pendapat IDAI Tentang Pemberian Obat dalam Bentuk Puyer
Penulis: Pengurus Pusat IDAI
Sampai sejauh ini belum ada penelitian berbasis bukti ilmiah yang melaporkan tentang perbandingan efikasi dan keamanan antara pemberian obat dalam bentuk puyer dan sirup. Pendapat yang ada selama ini hanya berdasarkan pemikiran logika/asumsi. Baik sirup dan puyer masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Obat puyer [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadro%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4   </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>     </xml><![endif]--><br />
<style>  </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p align="center"><strong>Pendapat IDAI Tentang Pemberian Obat dalam Bentuk Puyer</strong></p>
<p>Penulis: <em>Pengurus Pusat IDAI</em></p>
<p>Sampai sejauh ini belum ada penelitian berbasis bukti ilmiah yang melaporkan tentang perbandingan efikasi dan keamanan antara pemberian obat dalam bentuk puyer dan sirup. Pendapat yang ada selama ini hanya berdasarkan pemikiran logika/asumsi. Baik sirup dan puyer masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan.</p>
<p>Obat puyer :</p>
<ul type="disc">
<li>Tidak semua jenis obat      tersedia dalam bentuk sirup sehingga bila diberikan kepada bayi atau anak      perlu digerus terlebih dahulu menjadi bentuk puyer.</li>
<li>Kemungkinan penyampuran      kurang merata masih mungkin terjadi. Walaupun demikian, dosis obat umumnya      mempunyai kisaran atau rentang yang lebar (misalnya 30-50 mg/kgBB/hari).</li>
<li>Harga lebih ekonomis      dibanding obat sirup</li>
</ul>
<p>Obat sirup :</p>
<ul type="disc">
<li>Pemberian sirup harus      disertai sendok dengan ukuran baku. Pada kenyataannya, seringkali (30%)      tanpa disertai sendok obatnya, sehingga orangtua menggantinya dengan      sendok teh atau sendok makan yang ukurannya tidak sama dengan ukuran baku      sendok obat.</li>
<li>Kelembaban udara      mempengaruhi bioaviabilitas (ketersediaan hayati) obat sirup, sehingga      waktu kadaluarsanya menjadi lebih pendek dari yang tercantum pada botolnya      bila tutupnya telah dibuka, terutama di daerah tropis.</li>
<li>Jumlah obat yang diperlukan      seringkali melebihi 1 botol atau tidak sampai 1 botol, sehingga kurang      ekonomis karena tidak dapat diberikan sesuai kebutuhan. Sirup yang telah      dibuka tutupnya hanya untuk 1 kali pemakaian.</li>
<li>Beberapa obat siruppun juga      mengandung lebih dari 1 macam komponen obat.</li>
</ul>
<p>Yang perlu diperhatikan dalam pemberian obat adalah pemberian secara rasional dan memperhatikan interaksi dari obat yang diberikan.</p>
<p>IDAI setuju untuk dilakukan pengkajian terhadap penggunaan kedua bentuk obat tersebut.</p>
<p>Pemberian obat adalah hak professional seorang dokter dan bila ada masalah harus dibicarakan terlebih dahulu di tingkat institusi (ikatan profesi atau fakultas) bukan dibahas di masyarakat.</p>
<p>Pada saat ini, apakah pemerintah sudah siap untuk menyediakan sirup yang beragam dengan harga terjangkau yang disertai alat ukur di seluruh pelayan kesehatan masyarakat?</p>
<p>Oleh karena itu, sambil menunggu adanya kajian tentang penggunaan kedua bentuk obat tersebut dan kesiapan pemerintah, tidak ada salahnya memberikan obat dalam bentuk puyer tetapi dengan memperhatikan rasionalisasi pemberian obat.</p>
<p>Jakarta, 12 Februari 2009</p>
<p><strong>Dr. Badriul Hegar, SpA(K)                                                            Dr. Sudung O. Pardede, SpA(K)</strong><br />
Ketua Umum - NPA. 01 00532 1991 1 1                                        Sekretaris Umum - NPA. 01 00858 1993 1 1</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/pendapat-ikatan-dokter-anak-indonesia-tentang-puyer/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/62-siswi-smp-dan-sma-tidak-gadis-lagi</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/62-siswi-smp-dan-sma-tidak-gadis-lagi#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 05:48:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Menarik]]></category>

		<category><![CDATA[62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/62-siswi-smp-dan-sma-tidak-gadis-lagi</guid>
		<description><![CDATA[ 62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi
Yap. Itulah hasil survey terbaru dari Komisi Nasional Perlindungan Anak 2008 yang dilkukan di 33 propinsi di Indonesia. Jadi, jangan lengah sebagai orang tua. Cerita berikut bisa menjadi pelajaran untuk selalu mengawasi anak-anak kita, sesibuk apapun kita.
Dikutip dari majalah Kartini edisi 2235.
Ini dialami oleh Rida (bukan nama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <strong>62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi</strong></p>
<p>Yap. Itulah hasil survey terbaru dari <strong>Komisi Nasional Perlindungan Anak 2008</strong> yang dilkukan di 33 propinsi di Indonesia. Jadi, jangan lengah sebagai orang tua. Cerita berikut bisa menjadi pelajaran untuk selalu mengawasi anak-anak kita, sesibuk apapun kita.</p>
<p>Dikutip dari majalah Kartini edisi 2235.</p>
<p>Ini dialami oleh Rida (bukan nama sebenarnya). Karena kesibukannya jarang sekali mengetahui aktivitas dua anaknya, Dea 15 dan Reza 9 thn.</p>
<p>Membuka-buka tas sekolah,atau memperhatikan kamar mereka pun sangat jarang sekali.</p>
<p>Suatu ketika, saat libur tanggal merah dan tidak pergi kemana-mana ia masuk kamar Dea, niatnya membereskan kamar anak perempuannya. Karena tas Dea tergeletak di atas ranjang dan bukubukunya tercecer keluar,ia membereskannya. Saat itulah matanya menangkap CD bergambar mencolok, CD porno.</p>
<p>Wakil kepala cabang sebua bank di Jakarta timur itu sampai melotot karena kagetnya. Dengan gemetar tangannya menggerayang ke dalam tas, juga kotak pensilnya dan tempat HP. Di sarung HP ia dibuat lebih syok lagi ; menemukan kondom rasa strobery yang sedang gencar diiklankan di TV. Seketika tubuhnya lemas. Pikirannya kalut, campur aduk tak karuan. Hanya bisa duduk tertegun di tempat tidur putrinya yang sekolah di kelas 3 SMP.</p>
<p>Saat Dea ditunjukkan benda-benda itu, awalnya ia mengelak dan mengatkan punya temannya. Setelah didesak, baru lah Dea mengaku. Rida akhirnya membawa putrinya ke dokter kandungan untuk memeriksakannya. Dan ia harus menerima kenyataan pahit, putrinya memang telah melakukan hubungan seksual dengan pacarnya.</p>
<p id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999">
<table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold">
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> PR: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="0" seolinx-type="param" title="Google pagerank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="1" seolinx-type="param" title="Google index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> L: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="2" seolinx-type="param" title="Google links">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> LD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="12" seolinx-type="param" title="Yahoo linkdomain">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="20" seolinx-type="param" title="MSN index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="40" seolinx-type="param" title="Sitemap.xml">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> C: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="108" seolinx-type="param" title="Compete Rank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> SD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="112" seolinx-type="param" title="Seodigger">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</table>
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold"></td>
<td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto" id="seolinx-tooltip-close" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /></td>
</tr>
</table>
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold"></td>
<td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto" id="seolinx-tooltip-close" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /></td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/artikel-menarik/62-siswi-smp-dan-sma-tidak-gadis-lagi/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Pencarian</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/hasil-pencarian/hasil-pencarian</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/hasil-pencarian/hasil-pencarian#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 01:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hasil Pencarian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/hasil-pencarian/hasil-pencarian</guid>
		<description><![CDATA[

  var googleSearchIframeName = "cse-search-results";
  var googleSearchFormName = "cse-search-box";
  var googleSearchFrameWidth = 400;
  var googleSearchDomain = "www.google.co.id";
  var googleSearchPath = "/cse";


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="cse-search-results"></div>
<p><script type="text/javascript">
  var googleSearchIframeName = "cse-search-results";
  var googleSearchFormName = "cse-search-box";
  var googleSearchFrameWidth = 400;
  var googleSearchDomain = "www.google.co.id";
  var googleSearchPath = "/cse";
</script><br />
<script type="text/javascript" src="http://www.google.com/afsonline/show_afs_search.js"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/hasil-pencarian/hasil-pencarian/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diare akibat susu</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-perut/diare-akibat-susu</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-perut/diare-akibat-susu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 02:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Perut]]></category>

		<category><![CDATA[anak]]></category>

		<category><![CDATA[diare]]></category>

		<category><![CDATA[zinc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-perut/diare-akibat-susu</guid>
		<description><![CDATA[ Gula atau karbohidrat
Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal istilah gula pasir, gula jawa, gula bit dan sebagainya. Dalam dunia kedokteran, yang dimaksud gula adalah karbohidrat. Dan istilah gula susu yang sering kita dengar berarti sejenis karbohidrat yang terdapat dalam susu.
Karbohidrat itu sendiri merupakan salah satu unsur gizi yang dibutuhkan tubuh dari makanannya di samping protein, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> <strong>Gula atau karbohidrat</p>
<p></strong>Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal istilah gula pasir, gula jawa, gula bit dan sebagainya. Dalam dunia kedokteran, yang dimaksud gula adalah karbohidrat. Dan istilah gula susu yang sering kita dengar berarti sejenis karbohidrat yang terdapat dalam susu.<br />
Karbohidrat itu sendiri merupakan salah satu unsur gizi yang dibutuhkan tubuh dari makanannya di samping protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Zat ini merupakan bahan bakar tubuh, karena dari zat ini kita mendapatkan energi datau tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Lebih dari 50 persen kalori yang didapat tubuh biasanya disediakan leh karbohidrat.<br />
Ada berbagai macam karbohidrat, begitu juga dengan sumbernya. Seperti gula pasir yang sering kita gunakan termasuk dalam golongan karbohidrat yang disebut <em>sukrosa. </em>Sedang gula susu dikenal juga dengan <em>laktosa.</em></p>
<p><strong>Susu sebagai sumber laktosa</p>
<p></strong>Air Susu Ibu (ASI) mengandung laktosa sebagai karbohidratnya. Demikian juga dengan susu sapi, susu kambing, dan susu dari hewan mamalia lainnya kecuali anjing laut. Susu formula atau susu botol dengan sendirinya juga mengandung laktosa.<br />
Dari penelitian tersingkap bahwa kelenjar pankreas (yang menghasilkan enzim-enzim pencernaan) pada bayi baru lahir belum bekerja dengan sempurna. Akibatnya bayi baru lahir tidak dapat mencerna karbohidrat dari sumber lain seperti nasi. Di dalam jonjot-jonjot usus, terdapat enzim yang berfungsi memecah laktosa. Laktosa yang diminum bayi akan dipecah menjadi jenis gula yang lebih kecil molekulnya, yaitu <em>glukosa </em>dan<em> galaktosa. </em>Kedua gula inilah yang diserap usus masuk ke pembuluh darah dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar.</p>
<p><strong>Berkurangnya enzim laktase</p>
<p></strong>Enzim laktase dalam usus bayi sudah terbentuk sejak janin. Kadar maksimal akan tercapai pada usia janin 6-7 bulan sampai bayi lahir. Bayi-bayi prematur atau bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, biasanya memiliki enzim laktase lebih kecil. Untuk kasus-kasus bayi dengan laktase kurang, mereka harus diberi makanan susu khusus.<br />
Berkurangnya kadar enzim laktase di dalam jonjot-jonjot usus akan mengganggu kesehatan bayi. Pada penyakit diare misalnya, karena serangan kuman terjadilah kerusakan jonjot-jonjot. Kerusakan ini akan mengakibatkan jonjot-jonjot usus berkurang. Dan dengan sendirinya kadar enzim laktasepun akan berkurang.<br />
Kemampuan seseorang untuk menangkal gangguan kesehatan akibat susu juga dipengaruhi oleh enzim laktase ini. Orang-orang kulit putih termasuk golongan yang tahan terhadap susu. Lain halnya dengan orang kulit berwarna seperti Asia, umumnya mereka tergolong yang tidak tahan susu. Pada orang kulit berwarna, kadar enzim laktase mereka umumnya menurun setelah berusia 3 tahun. Rendahnya enzim laktase ini pun tetap bertahan sampai dewasa. Lain halnya dengan orang kulit putih, mereka tetap dapat mempertahankan kada enzim laktase yang tinggi sampai mereka dewasa.<br />
Berdasarkan teori, ketidakmampuan orang kulit berwarna memiliki enzim laktase rendah karena mereka tidak mendapatkan susu tambahan setelah mereka disapih. Akibatnya, tubuh mereka tidak dirangsang untuk cukup memproduksi enzim laktase. Dan karena terjadi setelah bertahun-tahun, dari generasi ke generasi, maka terjadilah perubahan genetik. Hasilnya, saat ini orang kulit berwarna akan sakit perut dan mencret kalau minum susu. Memang tidak semua orang, sebagian kecil orang kulit berwarna dapat tetap memiliki kadar enzim laktase tinggi. Walaupun kada enzim laktase di dalam tubuh rendah, sebagian besar dari kita masih dapat mengkonsumsi susu dengan toleransi baik. Asal, susu yang kita minum tidak terlalu banyak, misalnya hanya sekitar 200 sampai 400 cc sehari.<br />
Penyakit kurang gizi (malnutrisi) juga dapat membuat anak tidak tahan susu. Sebab, dalam keadaan gizi buruk, jumlah jonjot usus berkurang. Akibatnya kadar enzim laktase pun berkurang.</p>
<p><strong>Bahaya tidak tahan susu</p>
<p></strong>Tidak tahan susu atau lebih sering <em>intoleransi laktose </em>diartikan sebagai gejala gangguan kesehatan berupa perut kembung, mencret, dan sakit perut kalau minum susu yang mengandung laktosa. Keadaan ini bisa saja menyerang semuaorang baik tua maupun muda seperti Ibu Vina dan bayinya. Kalau seorang bayi terserang diare, untuk sementara waktu ia tidak dapat menerima laktosa. Bila ia masih terus diberikan susu yang mengandung tinggi laktosa, maka mencretnya akan berlangsung terus. Padahal, laktosa yang tidak dapat dicerna usus tersebut merupakan makanan empuk bagi bakteri yang ada di dalam usus. Akibatnya, bakteri itupun akan berkembang baik.<br />
Pada saat memanfaatkan laktosa tersebut, bakteri tidak menghabiskan seluruhnya. Tetapi terdapat sisa-sisa berupa asam-asam organik yang bersifat dapat menambah kerusakan jonjot-jonjot usus. Penambahan bakteri yang berlipat ganda ini pun akan membahayakan usus yang telah rusah tadi. Akibatnya diare pun akan berkepanjangan dan akan terjadi gangguan pencernaan dan penyerapan makanan. Pada akhirnya gangguan ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.<br />
Tidak semua bayi yang menderita diare akan tidak tahan susu atau laktosa. Biasanya dokter akan menentukan apakah perlu diganti susu yang didapat bayi. Kalaupun perlu, penggantian tersebut hanya bersifat sementara.</p>
<p><strong>Diare dan susu khusus</p>
<p></strong>Laktosa memang tidak sembarangan ada di dalam ASI atau susu formula kalau tidak ada keunggulannya. Keunggulan utama adalah dalam penyerapan mineral kalsium yang sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan tulangnya. Sebagian ahli juga berpendapat bahwa laktosa juga berguna dalam mematangkan susunan saraf pusat (otak) bayi, karena ia dibutuhkan dalam pembentukan sarung serabut saraf.<br />
Walaupun laktosa sangat dibutuhkan oleh tubuh karena ketidakmampuan tubuh menerimanya terpaksa susu harus diganti dengan susu khusus. Tetapi susu ini juga bisa digunakan oleh penderita diare pada saat serangan saja, untuk kemudian kembali pada susu biasa. Hal ini mengingatkan laktosasangat dibutuhkan bayi. Komposisi susu khusus ini disesuaikan dengan keadaan penderita diare. Disesuaikan dengan berkurangnya laktase dalam tubuh penderita, maka jumlah laktosa tersebut dikurangi dan diganti dengan jenis karbohidrat lain atau jenis glukosa polimer. Bisa juga laktosa tersebut dihilangkan dan diganti dengan jenis glukosa lain.</p>
<p>Tiga golongan susu khusus untuk diare adalah:</p>
<ul>
<li>
<p align="justify">Formula susu sapi rendah     laktosa<br />
Pada jenis susu ini kadar laktosa susu normal yaitu 7 gram/100     milimeter diturunkan menjadi kira-kira 1 gram/100 milimeter. Contoh susu : <em>     LLM </em> dan <em> Almiron<br />
</em></li>
<li>
<p align="justify">Formula susu sapi bebas     laktosa<br />
Laktosa yang ada pada susu dihilangkan dan diganti dengan gula     lain. Contoh susu : <em>Bebelac FL </em>dan <em>Pregetismil<br />
</em></li>
<li>
<p align="justify">Formula susu kedele<br />
Formula     ini terbuat dari kedele sehingga tidak mengandung susu sapi. Otomatis susu     ini tidak mengandung laktosa.<br />
Contoh: <em>Nursoy, nutrisoya, </em>dan <em>Prosobee</em></li>
</ul>
<p>oleh Agus Firmansyah at website Ikatan Dokter Anak Indonesia</p>
<p id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999">
<table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold">
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> PR: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="0" seolinx-type="param" title="Google pagerank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="1" seolinx-type="param" title="Google index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> L: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="2" seolinx-type="param" title="Google links">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> LD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="12" seolinx-type="param" title="Yahoo linkdomain">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="20" seolinx-type="param" title="MSN index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="40" seolinx-type="param" title="Sitemap.xml">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> C: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="108" seolinx-type="param" title="Compete Rank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> SD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="112" seolinx-type="param" title="Seodigger">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</table>
</td>
<td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto" id="seolinx-tooltip-close" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /></td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-perut/diare-akibat-susu/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemasangan Iklan di Kesehatan-Anak.com</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/iklan/pemasangan-iklan-di-kesehatan-anakcom</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/iklan/pemasangan-iklan-di-kesehatan-anakcom#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 02:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iklan]]></category>

		<category><![CDATA[kesehatan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/iklan/pemasangan-iklan-di-kesehatan-anakcom</guid>
		<description><![CDATA[

  

-          Kurang lebih 100 specifik visitor per hari ( visitor datang ke situs kesehatan anak dengan beberapa kata kunci : kesehatan anak, cacar air,tbc. Cocok untuk target market : rumah sakit ibu dan anak, produk kesehatan anak, vitamin,majalah kesehatan anak, mainan anak dll
-          Menduduki peringkat 4 google result page  ( halaman pertama google) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadro%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:357394892; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1084417536 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1246839674; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1441280716 -527247124 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Kurang lebih 100 specifik visitor per hari ( visitor datang ke situs kesehatan anak dengan beberapa kata kunci : kesehatan anak, cacar air,tbc. Cocok untuk target market : rumah sakit ibu dan anak, produk kesehatan anak, vitamin,majalah kesehatan anak, mainan anak dll</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Menduduki peringkat 4 google result page<span>  </span>( halaman pertama google) untuk kata kunci kesehatan anak dan beberapa kata kunci yang lain.</p>
<p>-    Langsung di beri link ke perusahaan yang bersangkutan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Biaya ekonomis</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Lokasi</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<ol style="margin-top: 0cm" start="1" type="1">
<li class="MsoNormal">Header      homepage/halaman utama</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Ukuran 669&#215;120 pixel.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Muncul di tiap halaman situs.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Langsung di beri link ke perusahaan yang bersangkutan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Gratis design iklan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Biaya Rp.200.000 per bulan minimal pemasangan 2 bulan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt">-     Exclusive hanya untuk 1 pengiklan</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<ol style="margin-top: 0cm" start="2" type="1">
<li class="MsoNormal">Sidebar      kanan</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Ukuran 140 x 150</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]--><span> </span>Muncul di tiap halaman situs</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Langsung di beri link ke perusahaan yang bersangkutan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Gratis design iklan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: -18pt"><!--[if !supportLists]--><span>-<span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">          </span></span><!--[endif]-->Biaya Rp.100.000 per bulan minimal pemasangan 2 bulan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt">3. Permintaan khusus</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p class="MsoNormal">Keterangan lebih lanjut hubungi  : adrie_anta@yahoo.com</p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999">
<table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold">
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> PR: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="0" seolinx-type="param" title="Google pagerank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="1" seolinx-type="param" title="Google index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> L: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="2" seolinx-type="param" title="Google links">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> LD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="12" seolinx-type="param" title="Yahoo linkdomain">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="20" seolinx-type="param" title="MSN index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="40" seolinx-type="param" title="Sitemap.xml">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> C: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="108" seolinx-type="param" title="Compete Rank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> SD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="112" seolinx-type="param" title="Seodigger">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</table>
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold"></td>
<td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto" id="seolinx-tooltip-close" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /></td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/iklan/pemasangan-iklan-di-kesehatan-anakcom/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menanggulangi kebiasaan menghisap jempol?</title>
		<link>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/bagaimana-menanggulangi-kebiasaan-menghisap-jempol</link>
		<comments>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/bagaimana-menanggulangi-kebiasaan-menghisap-jempol#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 10:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan anak-Pertumbuhan&Perkembangan]]></category>

		<category><![CDATA[menghisap jempol]]></category>

		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/bagaimana-menanggulangi-kebiasaan-menghisap-jempol</guid>
		<description><![CDATA[

  
Hampir 80% bayi mempunyai kebiasaan menghisap jempol atau jari lainnya. Biasanya keadaan ini terjadi sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Tetapi kadang-kadang masih dijumpai pada anak usia prasekolah bahkan sampai berusia 6 tahun ke atas.         Sebagian besar anak yang mempunyai kebiasaan menghisap jempol mempunyai obyek atau barang yang sering dipegang seperti selimut, mainan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadro%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"></o:smarttagtype><o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"></o:smarttagtype><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if !mso]><object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object><br />
<style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style>
<p> <![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:68381701; 	mso-list-template-ids:2036780120;} @list l1 	{mso-list-id:1194416365; 	mso-list-template-ids:-1352472388;} @list l2 	{mso-list-id:1728143600; 	mso-list-template-ids:1726506012;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	font-family:Symbol;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]-->Hampir 80% bayi mempunyai kebiasaan menghisap jempol atau jari lainnya. Biasanya keadaan ini terjadi sampai bayi berusia sekitar 18 bulan. Tetapi kadang-kadang masih dijumpai pada anak usia prasekolah bahkan sampai berusia 6 tahun ke atas.         Sebagian besar anak yang mempunyai kebiasaan menghisap jempol mempunyai obyek atau barang yang sering dipegang seperti selimut, mainan, serpihan baju atau rambut mereka sendiri.<br />
<st1:city w:st="on"><st1:place w:st="on">Ada</st1:place></st1:city> pendapat yang menyatakan bahwa menghisap jempol karena kebiasaan dari kecil. Pendapat lain mengatakan bahwa menghisap jempol adalah ekspresi seksual pada masa bayi yang menggambarkan gangguan emosional pada umur bayi. Sebagian besar menganggap menghisap jempol berarti memuaskan diri sendiri yang dapat menghilangkan stres dan menenangkannya.</p>
<p><strong>Beberapa masalah dapat ditimbulkan akibat kebiasaan menghisap jempol seperti:</strong></p>
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal">Masalah gigi, bila      kebiasaan ini bertahan sampai umur 4 tahun maka akan menyebabkan maloklusi      gigi susu dan permanen, juga dapat menyebabkan masalah pada tulang-tulang      di sekitar mulut. Risiko tinggi ditemukan pada anak yang menghisap jempol      pada waktu siang dan malam.</li>
<li class="MsoNormal">Jari abnormal, dengan      penghisapan yang terus menerus terjadi hiperekstensi jari, terbentuk      kalus, iritasi, eksema, dan paronikia (jamur kuku).</li>
<li class="MsoNormal">Efek psikologis pada anak      akan menimbulkan menurunnya kepercayaan diri anak karena anak sering      diejek oleh saudara atau orangtuanya.</li>
<li class="MsoNormal">Keracunan tidak disengaja,      anak yang menghisap jempol terpapar tinggi terhadap keracunan yang tidak      disengaja misalnya keracunan Pb.</li>
<li class="MsoNormal">Risiko infeksi saluran      cerna meningkat.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal"><strong>Kapan perlu diintervensi?<br />
</strong><br />
Sebelum umur 4 tahun menghisap jempol adalah normal dan tidak berhubungan dengan gangguan fungsi sosial dan pekembangan anak. Perilaku ini harus tidak dianggap penting dan tidak memerlukan perlakuan khusus. Secara umum tidak ada yang perlu dilakukan sampai anak berumur 4 tahun karena sebagian besar akan menghilang setelah usia 4 tahun dan belum ada komplikasi yang timbul sebelum umur ini.<br />
Intervensi yang dapat dilakukan orang tua yaitu:</p>
<ol start="1" type="1">
<li class="MsoNormal">Mengetahui penyebab.<br />
Sebelum pengobatan dimulai kebiasaan anak sehari-hari harus diketahui      termasuk cara anak beradaptasi terhadap lingkungan sekitar. Bila faktor      pencetus emosional dan psikologis ditemukan maka terapi anak dimulai.</li>
<li class="MsoNormal">Menguatkan anak.<br />
Terapi harus dimulai dengan keikutsertaan anak, kerjasama, dan yang paling      penting ketertarikan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Orangtua      diingatkan untuk tidak memberikan hukuman pada anak karena anak akan makin      menolak untuk menghentikan kebiasaan ini.</li>
</ol>
<p>Bila kebiasaan ini menetap setelah anak berumur 4 tahun maka mulai dilakukan intervensi dengan modifikasi perilaku dan beberapa cara pendekatan positif yaitu:</p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Mengingatkan anak<br />
Catatan atau kalender yang menyatakan keberhasilan anak tidak menghisap      jempol</li>
<li class="MsoNormal">Hadiah<br />
Stiker, buku cerita, perilaku khusus, atau waktu berlibur dengan orang tua      bila anak bebas menghisap satu hari</li>
<li class="MsoNormal">Menghargai<br />
Menghargai anak-anak bila tidak menghisap jempol</li>
<li class="MsoNormal">Memberikan zat yang pahit<br />
Diberikan pada jempol pada waktu pagi, malam dan waktu anak mulai      menghisapjempol.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span>Rini Sekartini at website Ikatan Dokter Anak <st1:country-region w:st="on"><st1:place w:st="on">Indonesia</st1:place></st1:country-region></span></p>
<p class="MsoNormal"><o:p> </o:p></p>
<p id="seolinx-tooltip" style="border: 1px solid #000000; margin: 0pt; padding: 0pt; display: none; opacity: 0.9; position: absolute; width: auto; z-index: 99999">
<table style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 0pt; border-collapse: separate; width: auto">
<tr>
<td id="seolinx-table" style="border: 0pt none ; margin: 1px; padding: 0pt; font-family: Tahoma; font-size: 11px; font-weight: bold">
<p style="margin: 0pt; padding: 0pt; overflow: auto; width: auto">
<table id="seolinx-paramtable" style="border: 1px solid gray; margin: 0pt; border-collapse: separate">
<tr>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://toolbarqueries.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> PR: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="0" seolinx-type="param" title="Google pagerank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="1" seolinx-type="param" title="Google index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://www.google.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> L: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="2" seolinx-type="param" title="Google links">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteexplorer.search.yahoo.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> LD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="12" seolinx-type="param" title="Yahoo linkdomain">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://search.msn.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> I: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="20" seolinx-type="param" title="MSN index">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="40" seolinx-type="param" title="Sitemap.xml">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://siteanalytics.compete.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> C: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="108" seolinx-type="param" title="Compete Rank">wait&#8230;</a></td>
<td style="border: 1px solid gray; padding: 2px; background: #f0f0f0 none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: darkgreen; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; white-space: nowrap"><img src="http://seodigger.com/favicon.ico" style="vertical-align: middle" width="12" height="12" /> SD: <a href="javascript:{}" style="color: blue; font-family: Tahoma; font-size: 7pt; font-weight: bold; text-decoration: underline" seolinx-param-index="112" seolinx-type="param" title="Seodigger">wait&#8230;</a></td>
</tr>
</table>
</td>
<td style="border: 0pt none ; margin: 0pt; padding: 1px; cursor: pointer; vertical-align: middle; width: auto" id="seolinx-tooltip-close" title="close"><img src="chrome://seoquake/content/skin/close.gif" /></td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kesehatan-anak.com/kesehatan-anak-pertumbuhanperkembangan/bagaimana-menanggulangi-kebiasaan-menghisap-jempol/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
